Wall Street Melemah, Saham Teknologi dan Perbankan Tekan Pasar Global

Bursa saham Amerika Serikat ditutup di zona merah pada perdagangan Rabu (14/1/2026) waktu setempat. Pelemahan pasar dipimpin oleh indeks Nasdaq seiring tekanan pada saham sektor teknologi dan perbankan.

Mengutip Reuters, Kamis (15/1/2026), indeks Dow Jones Industrial Average terkoreksi 42,36 poin atau 0,09 persen ke level 49.149,63. Indeks S&P 500 turun 37,14 poin atau 0,53 persen menjadi 6.926,60, sementara Nasdaq Composite merosot 238,12 poin atau 1,00 persen ke posisi 23.471,75.

Sektor keuangan, termasuk perbankan yang sebelumnya mencatatkan kinerja kuat sepanjang 2025, mengalami tekanan dalam beberapa hari terakhir. Pelemahan tersebut dipicu kekhawatiran pasar terhadap rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengusulkan pembatasan suku bunga kartu kredit. Sejumlah eksekutif JPMorgan menilai kebijakan tersebut berpotensi menekan profitabilitas industri keuangan sekaligus membebani konsumen.

Kepala Strategi Pasar JonesTrading, Michael O’Rourke, menyebut pelemahan ini sebagai aksi ambil untung setelah reli panjang, ditambah laporan kinerja yang dinilai belum terlalu impresif. Kondisi tersebut mendorong terjadinya konsolidasi di sektor perbankan.

Di sektor teknologi, investor mulai mengalihkan portofolio dari saham berkapitalisasi besar yang dinilai mahal menuju saham bernilai dan sektor yang lebih defensif. Indeks sektor keuangan dan teknologi S&P 500 tercatat melemah, sementara sektor defensif seperti barang konsumsi pokok justru mencatatkan penguatan.

Sementara itu, saham sektor energi bergerak menguat seiring harga minyak yang sempat bertahan lebih tinggi akibat kekhawatiran potensi gangguan pasokan dari Iran, meski harga minyak kembali melemah menjelang penutupan perdagangan.

Pelaku pasar juga mencermati rilis data ekonomi Amerika Serikat. Data harga produsen tercatat sesuai ekspektasi, sementara penjualan ritel melampaui perkiraan. Laporan harga konsumen sebelumnya juga menunjukkan kenaikan yang sejalan dengan proyeksi.

Secara umum, suku bunga diperkirakan tetap stabil sepanjang paruh pertama tahun 2026. Berdasarkan data LSEG, pelaku pasar memperkirakan setidaknya dua kali penurunan suku bunga sebelum akhir tahun.

Sumber: IDX Channel

Oleh: AEI 1
15 Januari 2026

3 Menit Membaca

Topik Terkait
  • Pasar Modal Global

  • Wall Street

  • Saham Teknologi

  • Saham Perbankan

  • Sentimen Pasar Global

 

  • Kebijakan Suku Bunga AS

 
Jika Anda ingin tahu lebih banyak, mari konsultasikan dengan Tim Kami