SURABAYA, 18–19 Mei 2026 — PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) dan GRI ASEAN Network menyelenggarakan pelatihan intensif bertajuk “Preparing for Climate Reporting through a Double Materiality Approach” yang berlangsung di Kantor Perwakilan Jawa Timur PT Bursa Efek Indonesia, Surabaya.
Kegiatan ini menjadi bentuk kolaborasi strategis antara otoritas bursa, asosiasi emiten, dan penyusun standar keberlanjutan global dalam mendorong kesiapan emiten menghadapi tuntutan pelaporan iklim yang semakin komprehensif. Sebanyak 43 Perusahaan Tercatat dari wilayah Jawa Timur dan sekitarnya hadir sebagai peserta aktif dalam pelatihan tersebut.
Acara dibuka oleh perwakilan BEI bersama Gilman P. Nugraha selaku Direktur Eksekutif AEI. Dalam sesi pembuka, para narasumber membahas perkembangan Sustainability Reporting di Indonesia, implementasi IDX ESG Metrics Reporting, hingga dinamika revisi POJK No. 51/POJK.03/2017 sebagai bagian dari penguatan tata kelola keberlanjutan di pasar modal.
Pelatihan kemudian dilanjutkan oleh tim ahli dari GRI ASEAN Network yang memberikan pemahaman mendalam mengenai konsep double materiality, yaitu pendekatan yang menilai dampak isu keberlanjutan terhadap kinerja finansial perusahaan sekaligus dampak aktivitas perusahaan terhadap lingkungan dan sosial. Selain itu, peserta juga mendapatkan pembahasan terkait integrasi GRI Standards dan IFRS Sustainability Disclosure Standards S2 dalam pelaporan iklim perusahaan.
Pada hari kedua, fokus pelatihan diarahkan pada implementasi praktis. Peserta mengikuti sesi studi kasus dan latihan interaktif mulai dari pemetaan rantai nilai (value chain mapping), penyusunan mitigation plan, hingga pengembangan transition plan iklim yang relevan dengan kondisi masing-masing perusahaan.
Sesi berbagi pengalaman dari dunia usaha turut disampaikan oleh Dodik Moerdijanto selaku Sustainability Section Head PT Avia Avian Tbk, yang membagikan praktik penerapan pelaporan keberlanjutan di lingkungan perusahaan terbuka.
Melalui sinergi antara BEI, AEI, dan GRI ASEAN Network, pelatihan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas emiten Indonesia dalam menyusun laporan iklim yang transparan, kredibel, dan selaras dengan standar global, sekaligus mendukung terciptanya ekosistem pasar modal yang hijau, tangguh, dan berkelanjutan.
Dipublikasikan oleh:
Dendy Herdian
Komunikasi dan Pengembangan
Asosiasi Emiten Indonesia