Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merilis laporan proyeksi ekonomi global terbaru yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia mencapai 2,7 persen pada tahun 2026. Proyeksi ini menunjukkan perlambatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, seiring meningkatnya ketidakpastian ekonomi global dan berlanjutnya ketegangan geopolitik.
PBB menilai perlambatan tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk kebijakan kenaikan tarif Amerika Serikat, dinamika perdagangan internasional, serta risiko geopolitik yang masih tinggi. Meski demikian, ekonomi global diperkirakan mulai pulih secara bertahap dengan proyeksi pertumbuhan sebesar 2,9 persen pada 2027, setelah tumbuh 2,8 persen pada 2025.
Namun, capaian pertumbuhan tersebut masih berada di bawah rata-rata pertumbuhan tahunan 3,2 persen pada periode pra-pandemi 2010–2019. Pandemi COVID-19 dinilai telah meninggalkan dampak struktural yang signifikan terhadap stabilitas ekonomi global.
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menegaskan bahwa dunia tengah menghadapi transformasi besar akibat kombinasi tekanan ekonomi, geopolitik, dan perkembangan teknologi. Kondisi ini menciptakan ketidakpastian baru serta meningkatkan kerentanan sosial di berbagai negara.
Laporan PBB juga mencatat ketahanan ekonomi global di tengah lonjakan tarif dan tekanan eksternal, yang ditopang oleh kuatnya konsumsi masyarakat serta tren penurunan inflasi. Kendati demikian, PBB mengingatkan bahwa risiko penurunan ekonomi masih membayangi dan memerlukan kewaspadaan serta kerja sama global yang berkelanjutan.
Sumber: IDX Channel