JAKARTA, 9 April 2026 – Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) bekerja sama dengan Center for Environmental, Social, and Governance Studies (CESGS) Universitas Airlangga sukses menyelenggarakan ESG Talk Series #7 bertajuk “Building Trust Through ESG: Strategic Stakeholder Engagement & Communication” pada Kamis (9/4). Acara yang digelar secara virtual melalui platform Zoom Meeting ini merupakan wujud komitmen berkelanjutan dalam mendorong integrasi nilai-nilai ESG ke dalam strategi inti bisnis perusahaan di Indonesia.
Kegiatan ini secara khusus menyoroti bahwa implementasi ESG kini telah bertransformasi dari sekadar pemenuhan regulasi (compliance) menjadi instrumen strategis untuk memenangkan kepercayaan pasar dan investor.
Acara dibuka oleh Aditya Aji Prabhawa, Managing Director CESGS Sustainability Consulting & Capacity Building. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa ESG telah berkembang menjadi kebutuhan vital organisasi dalam menjaga keberlangsungan bisnis jangka panjang.
"Kolaborasi lintas pemangku kepentingan dan penguatan kapasitas organisasi adalah kunci agar implementasi ESG tidak hanya menjadi laporan di atas kertas, tetapi memberikan dampak nyata yang terukur," ujar Aditya.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Eksekutif AEI, Gilman P. Nugraha, menegaskan bahwa kepercayaan (trust) adalah fondasi utama dalam ekosistem pasar modal. Menurutnya, keterlibatan pemangku kepentingan yang efektif serta komunikasi yang transparan adalah elemen krusial untuk memperkuat kredibilitas emiten di mata publik maupun investor global.
Hadir sebagai narasumber utama, Fandis Ekyawan, SE., MM., Senior Consultant & Business Coach dari Lembaga Manajemen FEB Universitas Indonesia. Dalam paparan komprehensifnya, Fandis menggarisbawahi bahwa stakeholder engagement harus menjadi bagian integral dari proses pengambilan keputusan strategis.
"Keterlibatan pemangku kepentingan bukan sekadar aktivitas pendukung atau pelengkap di akhir proses. Komunikasi yang konsisten dan jujur mengenai capaian serta tantangan ESG perusahaan akan membangun hubungan jangka panjang yang kokoh," jelas Fandis.
Diskusi yang berlangsung dinamis ini dipandu oleh S. Herry Putranto, CEO Biro Nusaprima, selaku moderator. Peserta yang terdiri dari para profesional, praktisi ESG, emiten, akademisi, hingga mahasiswa tampak antusias mengeksplorasi langkah praktis dalam mengomunikasikan performa keberlanjutan perusahaan.
Melalui rangkaian ESG Talk Series ini, AEI dan CESGS Unair berkomitmen untuk terus mengedukasi pelaku pasar modal di Indonesia guna menciptakan ekosistem bisnis yang lebih transparan, akuntabel, dan berkelanjutan demi masa depan ekonomi nasional yang lebih baik.
Dipublikasikan oleh:
Dendy Herdian – Asosiasi Emiten Indonesia