Harga minyak mentah dunia mencatat penguatan selama empat pekan berturut-turut, didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik yang menutupi kekhawatiran pasar terhadap kelebihan pasokan global. Namun, analis menilai pergerakan tersebut belum mencerminkan perubahan fundamental pada keseimbangan suplai dan permintaan.
Analis XS.com, Antonio Di Giacomo, menyebutkan bahwa kenaikan harga minyak lebih disebabkan oleh aktivitas lindung nilai dan pengelolaan risiko pelaku pasar. Meskipun peluang aksi militer langsung Amerika Serikat terhadap Iran dinilai mulai menurun, premi risiko geopolitik masih bertahan seiring potensi eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Tanpa adanya gangguan pasokan yang signifikan atau pemulihan permintaan global yang kuat, harga minyak diperkirakan bergerak dalam rentang terbatas. Volatilitas pasar lebih dipicu oleh sentimen berita dibandingkan terbentuknya tren jangka panjang.
Pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, harga minyak WTI menguat 0,4 persen ke level USD59,44 per barel dengan kenaikan mingguan 0,5 persen. Sementara itu, minyak Brent naik 0,6 persen menjadi USD64,13 per barel atau menguat 1,2 persen secara mingguan.
Analis FXEmpire, Christopher Lewis, menilai pergerakan harga minyak masih rentan berbalik arah di tengah ketidakpastian geopolitik. Ia menambahkan bahwa meredanya tensi geopolitik, sebagaimana tercermin dari pernyataan Presiden AS, membuat premi risiko cepat menyusut dan menekan harga.
Dari sisi teknikal, pasar menunjukkan keraguan terhadap potensi eskalasi konflik, meski volatilitas tetap tinggi. Level USD55 dipandang sebagai support kuat untuk WTI, sementara peluang penguatan terbuka jika harga mampu menembus EMA 50-mingguan. Untuk Brent, level USD65 menjadi resistance utama, dengan area support di sekitar USD58,50.
Secara keseluruhan, pasar minyak global masih dibayangi kelebihan pasokan. Harga dinilai telah mencerminkan risiko geopolitik serta kondisi fundamental, sehingga pergerakan selanjutnya diperkirakan cenderung konsolidatif dengan potensi pelemahan setiap kali terjadi reli.
Sumber: IDX Channel