OJK, BEI, AEI, ADB, dan UNDP Perkuat Sinergi Pengembangan Pasar Modal Berkelanjutan

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Asosiasi Emiten Indonesia (AEI), Asian Development Bank (ADB), dan United Nations Development Programme (UNDP) memperkuat kolaborasi dalam mendorong pengembangan pasar modal berkelanjutan melalui penyelenggaraan Workshop Penerbitan Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk Berlandaskan Keberlanjutan (EBUS BK) dalam rangka Accelerator Program GSS+ Bonds and Sukuk.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Roadmap Pasar Modal Berkelanjutan Indonesia 2026–2030 yang bertujuan memperkuat ekosistem pembiayaan berkelanjutan melalui pasar modal sekaligus meningkatkan kesiapan perusahaan dalam memanfaatkan instrumen pembiayaan berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG).

Workshop membahas berbagai aspek strategis terkait penerbitan obligasi dan sukuk berkelanjutan, mulai dari peluang pendanaan, perkembangan regulasi OJK, mekanisme pencatatan di Bursa Efek Indonesia, hingga penyusunan Sustainable Bond/Sukuk Framework. Selain sesi pemaparan materi, kegiatan ini juga menghadirkan diskusi interaktif bersama regulator, praktisi, serta perusahaan yang telah berpengalaman menerbitkan instrumen pembiayaan berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Eksekutif Asosiasi Emiten Indonesia, Gilman Pradana Nugraha, menyampaikan bahwa kolaborasi antara regulator, bursa, asosiasi, dan mitra pembangunan internasional merupakan langkah strategis untuk mempercepat pengembangan pasar modal berkelanjutan di Indonesia.

Menurutnya, peningkatan kapasitas perusahaan tercatat, penguatan pemahaman terhadap instrumen keuangan berkelanjutan, serta sinergi antar pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam menciptakan pasar modal yang semakin kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan.

Melalui kolaborasi ini, OJK, BEI, AEI, ADB, dan UNDP berharap semakin banyak perusahaan Indonesia memanfaatkan Obligasi dan Sukuk Berkelanjutan sebagai alternatif sumber pendanaan. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat pasar modal nasional sekaligus mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan Indonesia.

AEI akan terus mendukung peningkatan kapasitas emiten melalui berbagai program edukasi, forum kolaborasi, dan kemitraan strategis guna mempercepat implementasi praktik keberlanjutan di pasar modal Indonesia.


Dipublikasikan oleh:
Dendy Herdian
Komunikasi dan Pengembangan
Asosiasi Emiten Indonesia (AEI)

Oleh: Admin AEI
23 Juli 2026

0 Menit Membaca

Topik Terkait
  • Pasar Modal Berkelanjutan
  • Sustainability Bond
  • Green Bond
  • Sukuk Berkelanjutan
  • EBUS BK
  • ESG
  • Roadmap Pasar Modal Berkelanjutan 2026–2030
  • Asosiasi Emiten Indonesia
  • Bursa Efek Indonesia

 

  • OJK
 
Jika Anda ingin tahu lebih banyak, mari konsultasikan dengan Tim Kami